Tag: pengobatan autis pada anak

Pengobatan Autisme Pada Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini

Melakukan Tindakan Pengobatan Autisme Pada Anak Agar Gangguan Autis Tidak Mengganggu Pertumbuhan Anak Sepanjang Hidupnya

Pengobatan autisme pada anak perlu dilakukan sejak diniAutis adalah suatu kondisi di mana seorang anak mengalami gangguan dalam hal berinteraksi sosial, komunikasi dengan orang lain, emosi dan pola bermain. Autisme berasal dari dua kata, yitu autos dan isme. Autos berarti diri sendiri dan isme adalah paham. Jadi, autisme bisa disebut juga dengan kondisi yang membuat seorang anak hanya tertarik dengan dunianya sendiri. Anak autis memiliki ciri-ciri tersendiri yang membuatnya terlihat berbeda dengan anak kebanyakan. Biasanya gejala anak autisme sudah terlihat sejak anak belum berusia tiga tahun. Apabila hal ini terjadi, maka si anak bisa menderita autis sepanjang hidupnya. Pengobatan autisme pada anak perlu dilakukan sejak dini.

Gejala Autis

Para penderita autis biasanya menunjukan beberapa gejala. Mereka sering menunjukkan respon yang tidak biasa, seperti suka memainkan suatu benda dalam waktu yang lama hingga berjam-jam. Mereka suka mengamati hal-hal di sekitarnya melalui beberapa indera yang dimiliki, seperti indra pembau, pengecap dan peraba. Biasanya, mereka akan mencium aroma dari suatu benda sebelum memegang benda tersebut. Anak autis jarang sekali bahkan menghindari melakukan kontak mata dengan orang lain, meskipun orang tersebut adalah orang terdekatnya. Beberapa anak autis tidak pernah berbicara sama sekali. Apabila berbicara, mereka akan berteriak dan mengeluarkan suara yang tidak jelas. Mereka juga kesulitan dalam memahami bahasa non verbal yang dilakukan orang lain. Pengobatan autisme pada anak harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Anak autis kurang peka terhadap perasaan dan emosi orang lain di sekitarnya. Mereka suka melakukan gerakan aneh, seperti berjinjit, menggoyangkan tubuh, melambaikan tangan dan memutarkan badannya dalam waktu yang lama tanpa merasa pusing. Pengobatan autisme pada anak sangat diperlukan karena bila tidak, bisa membuat gejalanya semakin parah. Secara umum, terdapat beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah seseorang menderita autis atau tidak. Indikator ini bisa digunakan untuk semua umur. Yang pertama, penderita autis biasanya memiliki ekspresi wajah yang datar. Mereka tidak bisa menggunakan bahasa tubuh dengan baik.

Anak autis tidak sama dengan anak yang normal. Mereka suka mengulangi kata yang mereka dengar secara terus menerus namun dengan intonasi yang terdengar tidak wajar. Selain itu, mereka juga tidak menunjukan aktivitas yang responsif terhadap orang lain. Mereka tidak tersenyum. Mereka juga lebih suka bermain sendiri tanpa orang lain. Apabila bermain, mereka suka menggunakan tangan orang lain sebagai alat permainan. Mereka tidak mengetahui aturan permainan yang biasa dilakukan oleh teman sebayanya. Selain autis, ada juga sindrom lain yang disebut Asperger. Gejala dan ciri Asperger hampir sama dengan autis. Perbedaannya adalah, penderita asperger memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada penderita autis. Apabila terdapat gejala autis sejak bayi, maka pengobatan autisme pada anak harus dilakukan.

Pengobatan autisme pada anak sangat diperlukan karena bila tidakPenyakit autis selalu mengalami kenaikan yang cukup besar setiap tahunnya. Berdasarkan hasil riset dan survey dari sumber yang terpercaya, di Amerika Serikat terdapat perbandingan 1 :150 untuk anak autis dan anak normal, sementara Inggris lebih besar dengan perbandingan 1 :100. Sementara Indonesia masih belum memiliki data yang bisa digunakan untuk mengetahui perbandingan tersebut. Meskipun begitu, ternyata belum ditemukan faktor utama mengapa seseorang bisa terkena autis. Hal ini membuat pengobatan autisme pada anak perlu dilakukan secepatnya apabila si anak sudah menunjukan gejala penderita autis.

Saat ini, ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab seseorang terkena autis. Faktor genetik dianggap menjadi faktor yang sangat berperan dalam memicu munculnya autis pada anak. Berdasarkan riset dari salah satu lembaga kesehatan internasional, menyebutkan bahwa apabila dalam keluarga terdapat penderita autis, maka keluarga tersebut memiliki resiko untuk kembali mendapatkan anak autis mencapai 20 kali lipat lebih besar dari pada keluarga yang tidak memiliki riwayat autis. Riset tersebut juga menunjukan bahwa apabila terdapat anak autis pada pasangan anak kembar, maka kemungkinan besar kembarannya juga menjadi autis. Oleh karena itu, segera konsultasikan kepada dokter Anda untuk melakukan pengobatan autisme pada anak.

Selain faktor genetik, seseorang juga bisa terkena autis apabila dia sering terpapar bahan pestisida dalam kandungan yang tinggi. Pestisida diyakini mampu membuat kinerja saraf pusat mengalami gangguan. Faktor orang tua, khususnya ibu, juga membawa pengaruh yang besar bagi kondisi bayi nantinya. Sebaiknya, hindari mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan saat hamil. Hal ini disebabkan karena beberapa obat, seperti valproic dan thalidomide bisa menghasilkan efek samping yang berbahaya bagi bayi. Obat tersebut bisa membuat bayi terkena cacat bawaan dari lahir. Jika mungkin, hindari pula proses kehamilan apabila usia ibu sudah memasuki usia tua. Melahirkan pada usia 40 tahun beresiko menghasilkan anak autis sebesar 50 persen. Akan lebih baik untuk menghubungi dokter sejak merencanakan kehamilan untuk menghindari pengobatan autisme pada anak.

Terapi Autis

Pengobatan autisme pada anak bisa menjadi solusi yang tepat untuk mencegah terjadinya gejala yang lebih parah. Namun banyak para keluarga yang menghindari pemberian obat karena dikhawatirkan memiliki dampak negatif yang berbahaya. Oleh karena itu, dilakukanlah terapi autis. Ada banyak jenis terapi yang diperuntukan khusus bagi penderita autis, seperti terapi okupasi. Terapi ini melatih syaraf motorik pada penderita autis. Mereka akan dilatih bagaimana cara makan, mandi dan memakai baju secara benar. Hal ini berguna agar para penderita autis bisa hidup mandiri di kemudian hari.

250 (1)Selain itu, ada juga terapi fisik. Terapi ini dilakukan untuk menguatkan otot pada penderita autis. Terkadang para penderita autis tidak bisa berjalan, bahkan duduk karena ototnya yang lemah. Melalui terapi ini, mereka akan dilatih bagaimana cara berguling, berdiri hingga berjalan dengan baik, tanpa bantuan orang lain. Lalu, ada juga yang disebut dengan terapi tingkah laku. Secara umum, terapi ini bertujuan untuk melatih anak autis agar bisa berperilaku dengan baik. Mereka akan mendapat hadiah apabila menunjukan sikap yang baik. Namun apabila sikap mereka buruk, maka mereka tidak mendapat hadiah. Ini adalah salah satu metode yang paling umum dan populer digunakan di Indonesia. Pengobatan autisme pada anak harus dilakukan seimbang dengan terapi yang digunakan.

TNM Juice bisa menjadi alternatif pengobatan autisme pada anak. Jus TNM memiliki banyak kandungan yang berfungsi untuk mengobati berbagai penyakit dalam tubuh manusia. Salah satu kandungannya adalah Phytochemical. Kandungan ini berfungsi untuk memulihkan sel sel yang rusak dalam tubuh. Bagi penderita autis, Phytochemical akan memperbaiki jaringan pada otak yang tidak lengkap. Secara umum, Jus TNM akan mengobati penyakit autis secara alami dari dalam tubuh. Apabila penderita autis rutin mengkonsumsi Jus TNM maka akan menimbulkan efek yang luar biasa bagi kesembuhan. Oleh karena itu, TNM Juice adalah jus yang direkomendasikan bagi penderita autis.